Thursday, April 9, 2026
Google search engine
HomeBerita TerkiniPolda Papua Barat Daya Gelar Operasi Lilin Dofior 2025, Perkuat Pengamanan Natal...

Polda Papua Barat Daya Gelar Operasi Lilin Dofior 2025, Perkuat Pengamanan Natal dan Tahun Baru

SORONG-Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polda Papua Barat Daya mengintensifkan langkah pengamanan melalui Apel Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Dofior 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengamanan terpadu yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia guna memastikan perayaan akhir tahun berlangsung aman dan kondusif.

Apel pasukan tersebut dipimpin langsung Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo dan berlangsung di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (19/12/2025) sore. Apel ini dihadiri unsur TNI-Polri, Satpol PP Papua Barat Daya, Basarnas, BMKG, serta sejumlah instansi terkait lainnya sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo menjelaskan, Operasi Lilin Dofior 2025 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara nasional dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Di wilayah Papua Barat Daya, pengamanan melibatkan 479 personel Polri yang diperkuat oleh 314 personel dari unsur pengamanan lainnya.

“Seluruh personel akan ditempatkan di pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu yang telah disiapkan di sejumlah titik strategis. Langkah ini untuk memastikan aktivitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar,” ujar Gatot.

Ia menambahkan, pengamanan difokuskan pada jalur transportasi utama, bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, serta lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan keramaian. Selain pengaturan lalu lintas dan pengamanan arus liburan, Operasi Lilin Dofior 2025 juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya.

Fokus pengamanan tahun ini tidak hanya pada arus mudik dan arus balik, tetapi juga pada potensi bencana alam. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir dan longsor di sejumlah wilayah, termasuk Papua Barat Daya.

“Kami menyesuaikan pola pengamanan dengan kondisi cuaca. Apabila terdapat potensi bencana, personel akan disiagakan untuk melakukan langkah antisipatif dan penanganan cepat,” jelasnya.

Kawasan wisata, khususnya Raja Ampat yang dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, juga menjadi perhatian khusus. Lonjakan kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, diprediksi terjadi selama libur akhir tahun.

“Jika terjadi gelombang tinggi atau kondisi cuaca ekstrem, kami akan melakukan pengaturan dan intervensi pengamanan sementara demi keselamatan pengunjung. Ini dilakukan semata-mata untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” kata Gatot.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada rumah ibadah dan tempat-tempat keramaian lainnya. Untuk mendukung kelancaran ibadah Natal, pihak kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas, termasuk penutupan sementara akses jalan di sekitar gereja.

“Pengamanan di gereja akan dilakukan melalui kerja sama dengan panitia dan pemuda gereja, sehingga ibadah Natal dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat,” pungkasnya.

Penulis: Andre R

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments