Thursday, April 9, 2026
Google search engine
HomeBerita TerkiniGelombang Dukungan Menguat: Aksi Damai Papua di Jakarta Soroti Dugaan Pembungkaman terhadap...

Gelombang Dukungan Menguat: Aksi Damai Papua di Jakarta Soroti Dugaan Pembungkaman terhadap Paul Finsen Mayor

JAKARTA – Gelombang solidaritas menguat di depan Gedung DPR RI/DPD RI/MPR RI, Senayan, Rabu siang (08/04). Sedikitnya 10 elemen masyarakat turun dalam Aksi Damai Solidaritas untuk Senator Paul Finsen Mayor, Anggota DPD RI dapil Papua Barat Daya.

Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi simbol perlawanan moral atas apa yang mereka sebut sebagai ancaman terhadap kebebasan berpendapat di Indonesia.

Dengan membawa semangat “keadilan tidak datang dari langit, ia harus diperjuangkan di bumi”, massa yang terdiri dari mahasiswa, aktivis, kaum muda, dan masyarakat sipil menyuarakan kegelisahan mereka atas apa yang dialami oleh Paul Finsen Mayor yang juga Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay.

“Ketika suara kejujuran dibungkam, ketika keberanian berbicara dianggap sebagai ancaman, maka demokrasi berada di persimpangan. Dalam situasi seperti ini, diam bukanlah pilihan,” demikian ujar Vanesha, dalam seruannya.

Menurutnya, aksi ini bukan semata bentuk pembelaan terhadap satu figur, melainkan bagian dari perjuangan kolektif menjaga marwah demokrasi. Para peserta aksi menilai, apa yang dialami Paul Finsen Mayor mencerminkan persoalan yang lebih besar terkait ruang kebebasan berekspresi di tanah air.

Seperti diketahui, Paul Finsen Mayor sebelumnya dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD RI (BK DPD RI) setelah berpolemik dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait sejumlah pernyataan dan sikap politik yang memicu perdebatan publik. Polemik tersebut kemudian berkembang menjadi proses etik di internal lembaga perwakilan daerah.

Menurut massa aksi, keberanian sang senator dalam menyuarakan aspirasi publik justru direspons dengan tekanan. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah negara masih memberi ruang bagi kejujuran?

“Aksi damai ini adalah perlawanan moral. Kami hadir bukan untuk menciptakan kekacauan, tetapi untuk menegaskan bahwa suara rakyat tidak boleh dipadamkan,” ujar salah satu perwakilan massa.

Massa juga menegaskan bahwa gerakan ini berakar dari kecintaan terhadap bangsa dan komitmen menjaga nilai-nilai keadilan.
Seruan untuk tidak tinggal diam terus digaungkan. Para peserta aksi meyakini bahwa sejarah selalu berpihak pada mereka yang berani berdiri melawan ketidakbenaran.

Aksi diwarnai dengan pekikan bersama: “Hidup Rakyat! Hidup Keadilan!”, disertai tagar #SaveSenatorPaulFinsenMayor dan #JujurBicaraBicaraJujur sebagai simbol konsolidasi gerakan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments