JAKARTA – Anggota DPD RI dapil Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor (PFM) mendorong percepatan implementasi program BBM Satu Harga di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
Hingga saat ini operasional dan distribusi BBM Satu Harga ke SPBU di Kabupaten Raja Ampat yang merupakan daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), belum berjalan disebabkan permasalahan harga angkut BBM.
Hal itu yang disampaikan Senator PFM saat beraudiensi dengan jajaran pimpinan Pertamina Patra Niaga yang berlangsung di kantor Pertamina Patra Niaga, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, VP Retail Fuel Sales, Windrian Kurniawan dan Manager Small-Medium Fuel Channel,​​​​​​ Hanggowo Wicaksono.

“Saya mendapat aspirasi atau aduan dari masyarakat Misool, Raja Ampat. Mereka minta percepatan operasional SPBU Program Satu Harga. Masyarakat mengharapkan suplai segera dilakukan karena memang BBM merupakan kebutuhan utama di sana,” kata Senator PFM.
Dijelaskan oleh Senator PFM, infrastruktur SPBU Satu Harga di Distrik Kofiau, Misool telah rampung dan siap beroperasi sejak setahun lalu. Namun, operasional penyaluran BBM terhambat karena kendala teknis logistik dan penetapan harga angkut.
“Ongkos angkut ini menjadi kendala serius yang menghambat implementasi program BBM Satu Harga di sana. Oleh karena itu, kami berharap Pertamina Patra Niaga meninjau ulang harga angkut dan melakukan penyesuaian harga yang rasional,” papar Ketua Kerukunan Keluarga Papua (KK PAPUA) itu.
Diskresi terkait penyesuaian harga angkut, lanjut PFM, merupakan langkah kunci untuk mengatasi penolakan transportir sehingga operasional SPBU di Distrik Kofiau bisa beroperasi.
“Masyarakat di sana sudah lama menantikan. Mereka resah dan terus mempertanyakan kapan BBM Satu Harga mulai dijual,” tegas Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay itu.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menyampaikan terimakasih atas informasi dan masukan dari Senator PFM. Pihaknya meminta waktu untuk mendetailkan harga angkut yang rasional dengan kembali menghitung jarak, rute kapal pengangkut dan traffic distribusi.
“Untuk permasalahan yang disampaikan Pak Senator Paul Finsen Mayor, mohon kami diberi waktu untuk mendetailkan persoalan harga dan jalur logistik. Kami akan menghitung ulang dari berbagai aspek,” ujar Mars Ega Legowo Putra.
Pada intinya, menurut Mars Ega Legowo Putra, Pertamina Patra Niaga tidak akan menghambat distribusi BBM di Raja Ampat sebagai daerah 3T. Apalagi Pertamina Patra Niaga mempunyai kewajiban menyukseskan program BBM Satu Harga.
“Kepentingan rakyat, bangsa dan negara merupakan hal utama. Kami semua memahami hal ini,” tegas dia.
Penulis : Dwi P




