Tuesday, May 26, 2026
Google search engine
HomePendidikanHabib Helmi Alkaff Ingatkan Umat Islam di Kota Sorong Siapkan Diri Sambut...

Habib Helmi Alkaff Ingatkan Umat Islam di Kota Sorong Siapkan Diri Sambut Ramadhan

SORONG – Siapkan diri dan keluarga untuk menyambut tamu yang akan segera datang. Tamu yang akan datang adalah tamu penuh kemuliaan. Bayangkan saja, ketika mendengar akan datang sebentar lagi Presiden, tentu sebagai tuan rumah yang akan dilakukan segera melakukan persiapan, merapikan rumah, kursi-kursi dilap sampai mengkilat dan rumah dicat baru.

Tamu yang akan segera datang di sini yang dimaksudkan yakni bulan Suci Ramadhan.

Itulah yang diingatkan kembali oleh Khadim Yayasan Ar Rahmah Timika – Provinsi Papua Tengah, Habib Helmi Khalid Al Kaff selama dua hari sejak, 22 – 23 Januari 2026 di Kota Sorong, ibu kota provinsi Papua Barat Daya bersilaturahmi dan mengisi kajian, baik di Masjid Raya Al Akbar, Masjid Quba, dan IAIN Sorong.

Habib Helmi Alkaff katakan, Rasulullah Muhammad SAW setiap memasuki bulan Rajab dan Syahban selalu mengingatkan para sahabat dan umatnya untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya, bulan suci Ramadhan.

“Bulan suci Ramadhan seperti yang kita tahu bahwa bulan penuh kemulian, keberkahan dan pahala dilipat gandakan. Dan Rasullullah ingin sahabat menyambut bulan suci Ramadhan, sehingga para sahabatnya bisa punya program saat Ramadhan tiba, ” kata Habib Helmi Alkaff.

Disebutkan dalam Al-Quran, perintah puasa telah Allah SWT wajibkan pula kepada umat Nabi Muhammad dan umat-umat terdahulu. Hanya saja tata cara berpuasa umat Nabi Muhammad dan umat terdahulu berbeda.

Namun topik menarik yang coba diajak untuk mendapatkan tanggapan kritis dari kalangan akademisi yakni soal kebiasaan saat bulan Ramadhan. Salah satunya, Ngabuburit saat hendak berbuka puasa.

“Nah ini tentu menarik, apakah Ngabuburit ini budaya, ataukah syariat. Kalau ini budaya, pertanyaan, apakah dibenarkan atau tidak menurut syariat, ” kata alumni Darul Mustafa Hadramaut, Tarim, Yaman.

Budaya sendiri pengertiannya, ucap Habib Helmi Alkaff, kebiasaan, kearifan lokal, dan karakter yang bersumber dari penyampaian orang tua terdahulu. Namun budaya yang ada ini dan menjadi kebiasaan saat ini, tidak bisa menyimpulkan siapa sumbernya dan siapa pencetusnya, tetapi diterima oleh banyak kalangan dan dilestarikan oleh generasi selanjutnya.

“Dalam Islam, budaya tidak dilarang dalam agama dan tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan hukum syariat, contohnya ngabuburit itu boleh atau tidak, itukan budaya Indonesia, ” kata Habib Helmi Alkaff dengan nada tanya.

Di Makkah, Habib Helmi Alkaff sampaikan, saat berjalan-jalan di bulan puasa, malah kita ditarik bahkan dipaksa untuk berbuka puasa bersama.

Habib Helmi katakan untuk menghadapi anak muda dan gen Z saat ini, tentu kalangan akademis dituntut untuk bisa memberikan pencerahan yang logis, sehingga bisa diterima oleh mereka.

Penulis : Jason

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments