SORONG – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kabupaten Sorong, Pdt. Monika Bless, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap perhatian pemerintah pusat atas dukungan nyata terhadap masyarakat dan lembaga keagamaan di Papua Barat Daya.
Bertempat di rumah Gembala Tuhan, Kamis (9/10/2025), Pdt. Monika menuturkan bahwa perhatian pemerintah pusat, baik melalui program sosial maupun dukungan sarana peribadatan, merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah umat.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat khususnya pemerintahan Prabowo-Gibran atas perhatian yang terus diberikan, termasuk dukungan bagi gereja dan masyarakat di Kabupaten Sorong. Bantuan ini sangat berarti untuk menunjang pelayanan dan kesejahteraan jemaat,” ujar Pdt. Monika usai ibadah di Aimas.
Ia menuturkan, selain bantuan sosial, pemerintah pusat juga telah menyalurkan bantuan sarana ibadah berupa kursi dan kipas angin bagi jemaat Gereja GBI Bethel Aimas. Menurutnya, fasilitas tersebut akan sangat membantu kelancaran kegiatan ibadah, terutama di tengah meningkatnya jumlah jemaat yang hadir setiap minggu.
“Dengan adanya tambahan kursi dan kipas angin, suasana ibadah menjadi lebih nyaman. Ini adalah bentuk kepedulian nyata dari pemerintah pusat terhadap kebutuhan umat di daerah,” tambahnya.
Lebih jauh, Pdt. Monika menilai bahwa perhatian pemerintah bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap peran gereja sebagai mitra negara dalam menjaga moralitas, kedamaian, dan ketertiban sosial di masyarakat. Ia berharap sinergi tersebut terus terjaga di bawah kepemimpinan nasional saat ini.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Monika juga menyerukan pesan kamtibmas kepada seluruh jemaat dan masyarakat luas agar senantiasa menjaga kedamaian serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
“Kita sebagai umat percaya harus menjadi terang di tengah masyarakat. Mari kita jaga kedamaian, kerukunan, dan keamanan di wilayah Sorong. Jangan mudah terhasut dengan isu negatif, tapi jadilah pembawa damai di mana pun kita berada,” tegasnya.
Ia menambahkan, suasana aman dan tertib merupakan fondasi utama pembangunan dan pelayanan umat. Karena itu, gereja akan terus berperan aktif bersama pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di Papua Barat Daya.
Pdt. Monika menutup pesannya dengan doa bagi bangsa dan daerah, agar Papua Barat Daya terus mengalami kedamaian, kemajuan, dan kasih di tengah perbedaan.
Penulis: Andre R




