Tuesday, May 26, 2026
Google search engine
HomeHukum & KriminalMantan Walikota Sorong Lapor PT BJA Terkait Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Mantan Walikota Sorong Lapor PT BJA Terkait Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

KOTA SORONG – Mantan Walikota Sorong, Lamberth Jitmau diminta keterangan terkait dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 pasal 263.

Usai memberikan keterangan pada Unit II Tipideksus Polresta Sorong Kota, Lamberth Jitmau menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu dengan surat ijin prinsip dan ijin reklamasi yang dimiliki oleh PT. Bagus Jaya Abadi (BJA).

“Intinya saya tidak tahu dengan ijin prinsip dan ijin reklamasi yang mereka (PT. BJA) pegang. Orangnya saja saya tidak kenal, alamat kantornya saya tidak tahu, lokasi reklamasi juga saya tidak tahu masa saya bisa keluarkan surat kepada orang yang saya tidak kenal,” ujar Lamberth tegas, Rabu (1/10/2025).

Lamberth menjelaskan, terbitnya surat-surat tersebut ketika itu baru menjabat sebagai Walikota Sorong kurang dari 1 tahun. Saat itu dirinya tidak pernah mengeluarkan ijin apapuan termasuk menandatangani surat ijin prinsip dan ijin reklamasi milik oleh PT BJA pada tahun 2013.

Lanjut Lamberth, selama menjabat sebagai Walikota Sorong hanya satu izin yang ditandatangani yaitu ijin reklamasi yang ada di Tembok Berlin (Tembok Dofior) karena reklamasi itu menimbun laut menjadi daratan untuk digunakan sesuai dengan peruntukan dari yang bersangkutan.

Dalam kesempatan itu juga, Lamberth meminta pihak berwenang dapat menelusuri kepemilikan surat izin yang dimiliki oleh PT BJA.

“Saya punya keinginan itu beliau (Paulus George Hung) menemui saya supaya saya kenal dia dan dia kenal saya, dan saya akan bertanya pada dia. Kau terima surat ijin ini dari siapa? Apakah dari PaknLamberth karena saat itu saya walikota. Dan intinya, saya tidak kenal beliau, tidak tahu lokasi, tidak tahu kantor beliau lalu mengapa surat itu ada di mereka. Apakah surat itu jatuh dari langit langsung ke kantor mereka,” tutur Lamberth.

“Penyidik bertanya pada saya, apa bapak punya nomor? Orangnya saja saya tidak tahu untuk apa saya ambil nomor HP-nya hubungan apa saya dengan dia,” ungkap Lamberth.

Dalam pemberian keterangan Lamberth Jitmau disodorkan 11 pertanyaan dan semua dijawab dengan singkat dan jelas dalam waktu kurang lebih 30 menit. “Ada sekitar 11 pertanyaan dan saya kurang dari 30 menit,” tutup Lamberth.

Penulis : Jason

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments