Tuesday, May 26, 2026
Google search engine
HomeEkonomi & BisnisPelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping KMP 2025: Memperkuat Talenta Koperasi Menuju Indonesia Emas

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping KMP 2025: Memperkuat Talenta Koperasi Menuju Indonesia Emas

KOTA SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025 sebagai langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia pendamping koperasi desa/kelurahan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah mendukung program nasional pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Pelatihan yang mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” itu menegaskan pentingnya peran pendamping dalam menjaga kualitas pembangunan ekonomi rakyat berbasis koperasi, sekaligus memastikan kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara tepat di tingkat daerah.

Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat Daya, George Yarangga, dalam wawancara usai pembukaan kegiatan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan fondasi penting dalam mengawal dua Instruksi Presiden yang menjadi payung besar gerakan koperasi nasional.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai pergudangan dan kelengkapan koperasi, tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif.

“Program ini adalah gerakan ekonomi rakyat penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan upaya mengurangi kesenjangan sosial,” ujar George, Selasa (18/11/2025)

Ia menegaskan, Papua Barat Daya adalah bagian tak terpisahkan dari agenda ekonomi nasional tersebut. Karena itu, pendamping koperasi harus memahami betul peran strategis mereka dalam mengawal kebijakan, memperkuat data, dan memastikan keterlibatan langsung masyarakat.

George menjelaskan struktur pendamping yang telah ditetapkan Kementerian Koperasi, terdiri dari:
1.Project Management Office (PMO)
2.Business Advisor (BA)

Keduanya bertugas memastikan kebijakan berjalan seragam, akurat, dan efektif.

“PMO adalah pengendali mutu. BA adalah penjaga kualitas di lapangan. Tanpa PMO dan BA yang kuat, program besar ini akan kehilangan akurasi data dan kecepatan eksekusi,” tegas George.

Ia menambahkan bahwa pelaporan adalah aspek kritis. Setiap pendamping diminta memastikan laporan datang tepat waktu, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam arahannya, George menekankan tiga hal utama:

1.Percepatan implementasi koperasi merah putih di seluruh kabupaten/kota. “Ini bukan soal jumlah, tetapi kualitas pengelolaan dan keberlanjutan.”

2.Membangun sistem pelaporan yang rapi dan tepat waktu.

3.Pendamping wajib berada di lapangan, mengawal langsung data dan aktivitas koperasi.

Ia juga merujuk arahan Deputi Bidang Pengembangan Talenta Kemenkop RI terkait peluang kerja dan multiplier effect gerakan koperasi. Menurutnya, koperasi harus mampu menjadi simpul distribusi pangan lokal, terlebih dengan hadirnya program-program nasional seperti makan bergizi gratis.

Koperasi Harus Menjadi Kekuatan Pangan Lokal

George mengingatkan bahwa Papua Barat Daya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan hasil alam lainnya yang dapat masuk ke rantai pasok nasional melalui koperasi. “Koperasi bisa membeli dari petani atau nelayan, kemudian mendistribusikannya ke dapur-dapur PPG atau SPP, terutama di wilayah 3T. Ini memotong rantai distribusi dan memperkuat ketahanan pangan lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah melalui PGN juga mendorong pengembangan dapur MBG di wilayah 3T, sehingga peran koperasi akan semakin vital dalam penyerapan hasil produksi lokal.

Mengakhiri pernyataannya, George berharap pelatihan ini benar-benar meningkatkan kapasitas pendamping, bukan hanya sebagai formalitas tahunan.

“Saya berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas SDM, terutama bagi PMO dan BA yang menjadi garda depan keberhasilan gerakan koperasi desa/kelurahan,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum penguatan koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat, sekaligus memastikan Papua Barat Daya mengambil bagian dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Andre R

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments