Saturday, September 19, 2026
Google search engine
HomePendidikanSMK Papua Bangkit Punya Bangunan Sekolah Sendiri, Komitmen Wujudkan SDM Berdaya Saing

SMK Papua Bangkit Punya Bangunan Sekolah Sendiri, Komitmen Wujudkan SDM Berdaya Saing

KOTA SORONG – Hampir setahun lebih siswa SMK Papua Bangkit menanti untuk memiliki bangunan sendiri agar mereka dapat bersekolah seperti siswa dari sekolah lain.

Dengan kerja keras dan gigihnya perjuangan dari Senator Paul Finsen Mayor, akhirnya tak lama lagi SMK Papua Bangkit akan memiliki bangunan sekolah sendiri yang terletak di Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Kasuari, Distrik Maladu Mes, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Hal ini ditandai dengan dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Papua Bangkit oleh Pendeta M. Hursepuny, Ketua Yayasan Aspirasi Papua Bangkit, Yetti Ockotovina Pamfilia dan Ketua tim Pembangunan, Ir. Yoppi Omkarsba, pada Minggu (9/11/2025).

Sebelum peletakan batu pertama, Pdt. M. Hursepuny memimpin ibadah singkat. Beliau membacakan nats sebagai dasar dilaksanakannya peletakan batu pertama atau awal mulainya pembangunan Gedung sekolah yang terambil dari Alkitab Perjanjian Lama Kitab Mazmur 127:1 yang berbunyi ‘Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya, jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga’.

Setelah itu Pdt. M Hursepuny langsung menerima batu dari kepala tukang, Roberth Jimmy Kaemon yang kemudian diletakan sebagai alas pertama pembangunan, dilanjutkan oleh Ketua Yayasan Aspirasi Papua Bangkit dan yang terakhir oleh ketua tim pembangunan.

Lahan yang akan dibangun Gedung SMK Papua Bangkit seluas 10.200 meter persegi. Rencananya akan dibangun 5 ruangan yang terdiri dari 1 ruang guru, dan 4 ruang kelas dengan masing-masing berukuran 9 x 7 meter dan tinggi 4 meter.

“Kami akan membangun bangunan sementara SMK Papua Bangkit dengan kondisi semi permanen dengan estimasi waktu pekerjaan 1 bulan. Namun bisa lebih karena kita juga melihat kondisi cuaca saat ini,” ujar Jimmy menjelaskan.

Sementara Senator Paul Finsen Mayor saat dihubungi media ini via ponselnya mengatakan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama dalam membangun satu wilayah menuju daerah yang maju dengan berwawasan lingkungan (smart city) dan SMK Papua Bangkit lahir untuk menjawab semua itu.

“Untuk menjawab semua itu maka saya mendirikan SMK Papua Bangkit sebagai langkah awal dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan khususnya di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya,” ujar Senator PFM yang juga Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay yang membawahi Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Kata Senator PFM, SMK Papua Bangkit didirikan bukan saja untuk mencetak sumber daya manusia Papua yang berkualitas dan berdaya saing tetapi juga untuk menjawab persoalan anak putus sekolah yang selama ini menjadi permasalahan serius di Provinsi Papua Barat Daya terlebih khusus di Kota Sorong.

SMK Papua Bangkit, lanjutnya, bertujuan untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil asli Papua yang dapat bersaing dengan tenaga kerja dari luar Papua sehingga perusahaan ataupun instansi pemberi kerja tidak perlu lagi datangkan tenaga dari luar Papua.

“Oleh karena itu, hari ini saya selaku pendiri SMK Papua Bangkit dan juga Yayasan Aspirasi Papua Bangkit membangun gedung sekolah bagi siswa SMK Papua Bangkit sehingga mereka tidak lagi menumpang di sekolah lain dan mereka dapat belajar dengan tenang sehingga ke depan SMK Papua Bangkit dapat menjadi sekolah yang mampu bersaing dengan sekolah lain yang ada di Kota Sorong dan Papua Barat Daya,” jelas Senator PFM.

Penulis : Jason

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments